Home Agama Tradisi Tahlilan Masih Lestari di Kabupaten Pati

Tradisi Tahlilan Masih Lestari di Kabupaten Pati

191


Susana tahlilan di Pati
Pati, Harianjateng.com –  Tradisi Tahlilan masih lestari di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Lantunan bacaan tahlilan lengkap masih melekat renyah di hati warga NU Pati, terutama di daerah Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tradisi yang sudah biasa dilakukan warga nahdliyin tersebut sudah menjadi hal wajar, apalagi kebanyakan warga Desa Dukuhseti Pati adalah warga yang sejak dulu melestarikan tahlilan.
Ketua GP Anshor Dukuhseti Pati Ngalimun, mengatakan bahwa tradisi tahlilan di Dukuhseti Pati sudah ada sejak dulu saat ia kecil. “Sekitar tahun 1980an tradisi tahlilan sudah membumi di sini, saat ini saya masih aktif di IPNU Dukuhseti,” beber dia, Sabtu (9/5/2015) di Pati.
Meskipun dinilai kontroversi dan bid’ah, namun bagi Ngalimun tahlilan tetap bukan ibadah mahdhoh. “Kalau tahlilan saja tak masalah, tapi kalau mewajibkan tahlilan itu kurang tepat,” ujar dia. Mantan Ketua IPNU Dukuhseti Pati tersebut juga mengatakan, tahlilan bukanlah ibadah wajib, karena yang wajib cuma sesuai rukun Islam. (Baca juga: Dukuhseti Pati Dulu Dikenal Kota Prostitusi, Sekarang Menjadi Kota Santri).
“Jadi tak ada kata bid’ah dalam tahlil, karena tahlilan itu bukan ibadah mahdhah, kecuali kalau salat Subuh diganti empat rakaat, itu yang bid’ah,” ujar pria yang mengajar di Ponpes AKN Marzuqi tersebut.
Hukum tahlilan memang menjadi perdebatan, namun bagi warga Pati tidak mungkin didebatkan, karena sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun yang lalu. Di setiap agenda, seperti ritual selametan, memperingati haul,  setiap malam Jumat, di Dukuhseti selalu ramai digelar tahlilan.
Tak heran, jika banyak orang mencari bacaan tahlilan lengkap, tahlilan menurut Imam Syafi’i, hukum tahlilan menurut Islam, tahlilan dalam pandangan Islam,  doa tahlilan, tahlilan MP3, bahkan sampai tahlilan menurut Muhammadiyah ramai menjadi pencarian orang.
 “Tiap orang Islam memiliki pendapat tentang tahlilan, jadi tak usah perlu berdebat soal bid’ah atau tidak. Soalnya, tahlilan itu bukan masalah bid’ah atau tidak, karena hal itu menjadi wujud cinta kepada Allah, Nabi Muhammad Saw dan juga para kekasih Allah,” ujar guru tersebut. (Red-HJ56/Foto: Harian Jateng).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here