Baliho menjelang 1 Abad Qudsiyyah Kudus.

Kudus, Harianjateng.com – Puncak peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus bakal digelar selama sepekan, yaitu terhitung mulai besuk 1 – 7 Agustus 2016. Rencananya, kegiatan itu bertempat di lapangan Qudsiyyah, Jl KHR Asnawi No 32 Damaran Kota Kudus, Jawa Tengah.

Dari laporan panitia, tidak kurang dari 22 acara bakal dilaksanakan. Acara-acara yang bakal menjadi andalan diantaranya, Santri Mandiri & UMKM Expo, pameran  Kitab Ulama Nusantara.

Kemudian juga Konser Budaya santri, launching album baru Rebana Qudsiyyah “Al-Mubarok”, Bahsul Masail se-Jawa Madura, Lomba mewarnai gambar Menara, Caknun dan Kiai Kanjeng,  laga santri & pelajar se-Jateng serta ditutup dengan Gema Qudsiyyah bersama KH Mustofa Bisri.

H. Ihsan Ketua Panitia satu abad Qudsiyyah, mengatakan Santri Mandiri & UMKM Expo bakal digelar selama satu pekan untuk mewadai dan memasarkan produk-produk alumni dan masyarakat umum. Sebanyak 30 stan disiapkan panitia untuk mendukung seluruh rangkain acara satu abad.

“Bagi UMKM yang ingin memperluas pasar silahkan segera mendaftar,” katanya.

Tidak hanya menyiapkan expo, ia menyatakan juga menyiapkan galeri pameran kesenian dan pameran kitab-kitab karya ulama Nusantara.

“Ada begitu banyak kitab-kitab karya ulama Nusantara, termasuk karya pendiri Qudsiyyah KHR Asnawi yang akan kita pamerkan,” kata dia.

Pameran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada Senin – Rabu, 1-3 Agustus 2016 yang bertempat di Aula MA Qudsiyyah Kudus. Agenda lain yang cukup banyak ditunggu-tungu adalah launching album baru “Al-Mubarok” grup Rebana Qudsiyyah ini bakal meluncurkan album kesebelasnya.

Total ada seratus 100 yang sudah diproduksi selama ini.  “Sebanyak 15 lagu baru bakal ada dalam DVD terbarunya Al-Mubarok. Lagu ini melengkapi total 100 lagu al Mubarok. Ini sebagai kado ulangtahun Qudsiyyah ke-100,” papar Ihsan.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai ketua FKUB Kudus ini menuturkan, panggung Caknun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta, yang bakal digelar pada Rabu malam (3/8/2016) mendatang juga menjadi daya tarik masyrakat umum.

“Kita undang Cak Nun untuk mendaulat Sholawat karya pendiri Qudsiyyah sebagai Sholawat kebangsaan. Selama ini Sholawat Asnawiyyah hanya dikenal di Kudus saja, kita mau sholawat ini dikenal secara nasional karena sholawat ini berisi doa untuk keamanan Indonesia raya,” ungkap dia.

Kegiatan selama satu pekan ini akan ditutup dengan pengajian yang bertajuk “Gema Qudsiyyah” bersama KH Mustofa Bisri pada Sabtu (6/8/2016) mendatang.

 “Kita berharap dalam momentum 100 tahun ini, Qudsiyyah semakin maju dan semakin berkah,” papar dia. (Red-HJ99).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini