Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar Kota Magelang mengemas produk yang dikembangkannya untuk media tanam alternatif berbahan baku arang dari sekam, belum lama ini. (Dokumen Untidar Magelang).

Magelang, Harianjateng.com – Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, mengembangkan media tanam alternatif berbahan baku arang dari sekam untuk tanaman hias dan buah dalam pot.

“Media tanam steril arang sekam plus PGPR (Plan Grow Promoting Ryzobacteria) merupakan produk hasil Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) pada Tahun 2016 ini,” kata Ummi Farida, satu di antara tiga mahasiswa itu, di Magelang, Senin (8/8/2016).

Mereka yang mengembangkan inovasi media tanam alternatif yang bernama Metaril Plus itu, adalah Ummi Farida bersama Rois Rois Awaludin Septian dan Rumaira Savitri. Ketiganya adalah mahasiswa Program Studi Agroteknologi Untidar Kota Magelang.

Bahan baku berupa sekam padi, cukup banyak dijumpai di lingkungan tempat tinggal Ummi di Dusun Banjarsari, Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Dibandingkan dengan media lain, katanya, Metaril Plus memiliki sifat fisik, kimia, dan biologi yang lebih baik untuk tanaman, sedangkan prospek pasarnya cukup baik sehingga perlu terus dikembangkan.

Ia menjelaskan keunggulan PGPR meningkatkan kemampuan media tanam, yakni arang sekam, dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Ia menjelaskan PGPR atau disebut juga Rhizobacteria pemicu pertumbuhan tanaman, adalah kelompok bakteri yang mampu mempercepat penyerapan unsur hara, memacu pertumbuhan tanaman, dan melindungi tanaman dari patogen.

Penggunaan arang sekam, ujarnya, selain efektif dalam menyimpan air juga tergolong lebih bersih dibandingkan dengan penggunaan media tanah.

“Metaril Plus cocok untuk masyarakat yang ingin menanam tanaman hias tapi tidak suka kotor,” kata Ummi.

Kandungan PGPR, katanya, juga baik untuk tanaman buah yang dibudidayakan dengan menggunakan pot.

Ia mengaku sejak Februari 2016 hingga saat ini sudah memproduksi dan memasarkan 1.050 kemasan Metaril Plus.

Kemasan satu kilogram produk itu seharga Rp8.000, sedangkan pemasarannya di sejumlah toko pertanian dan toko tanaman hias, antara lain di Magelang, Temanggung, dan Purworejo.

“Kami menjalin kerja sama dengan beberapa toko pertanian. Respons masyarakat cukup bagus atas produk ini,” katanya.  (Red-HJ99/ant).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini