Drs Joko Purnomo Ketua KPU Jateng.

Semarang, Harianjateng.com – Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah berupaya membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas peduli pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu di semua tingkatan.

“Upaya yang kami lakukan saat ini adalah menggelar kursus pemilu yang tiap kelas diikuti 40 peserta dari berbagai kelompok masyarakat seperti mahasiswa, pekerja, dan organisasi massa,” kata Ketua KPU Jawa Tengah Drs Joko Purnomo di Semarang, Jumat (12/8/2016).

Semarang, Antara Jateng – Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah berupaya membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas peduli pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu di semua tingkatan.

“Upaya yang kami lakukan saat ini adalah menggelar kursus pemilu yang tiap kelas diikuti 40 peserta dari berbagai kelompok masyarakat seperti mahasiswa, pekerja, dan organisasi massa,” kata Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo di Semarang, Jumat.

Ia mengharapkan kedepannya para peserta kegiatan kursus pemilu ini menjadi kelompok-kelompok di masyarakat yang memiliki inisiatif dalam rangka pengembangan pemilu.

Selain kursus pemilu yang diselenggarakan di kabupaten/kota, jajaran KPU Jateng juga mengembangkan kelas-kelas demokrasi dan rumah-rumah pintar pemilu.

“Ke depan kami juga mencoba mengembangkan desa yang memiliki kepedulian khusus terhadap pemilu,” ujarnya.

Kendati demikian, KPU Jateng menghadapi kendala anggaran dalam upaya pengembangan komunitas peduli pemilu.

“Syukur-syukur kami bisa mendapat anggaran dari pusat, kalau tidak kami akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah, meskipun tidak ada masalah jika tidak ada anggaran,” katanya.

Tujuh daerah di Jateng yang akan menggelar pilkada serentak pada 15 Februari 2017 itu adalah Kota Salatiga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Brebes.

Ia mengharapkan kedepannya para peserta kegiatan kursus pemilu ini menjadi kelompok-kelompok di masyarakat yang memiliki inisiatif dalam rangka pengembangan pemilu.

Selain kursus pemilu yang diselenggarakan di kabupaten/kota, jajaran KPU Jateng juga mengembangkan kelas-kelas demokrasi dan rumah-rumah pintar pemilu.

“Ke depan kami juga mencoba mengembangkan desa yang memiliki kepedulian khusus terhadap pemilu,” ujarnya.

Kendati demikian, KPU Jateng menghadapi kendala anggaran dalam upaya pengembangan komunitas peduli pemilu.

“Syukur-syukur kami bisa mendapat anggaran dari pusat, kalau tidak kami akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah, meskipun tidak ada masalah jika tidak ada anggaran,” katanya. (Red-HJ99/ant).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini