Yumita Anastasya

Menjadi pekerja di luar negeri, tidak semata-mata mencari pundi-pundi dolar. Namun juga ada spirit mempromosikan budaya, kearifan, semua potensi Indonesia termasuk gaun, busana, batik dan budaya lain melalui modelling.

Hal itulah yang kini digeluti Yumita Anastasya. Perempuan kelahiran Salatiga 5 Juli 1983 ini kepada Harianjateng.com menandaskan, bahwa sebenarnya ia tertarik sejak kecil menekuni dunia modelling.

“Di sini saya memang tertarik dengan modeling, dari saya kecil cita-cita saya ingin jadi model terkenal. Tapi saya punya keinginan untuk jadu model terkenal yang membawa nama Indonesia,” ungkap Yumita Anastasya kepada Harianjateng.com, Minggu (14/8/2016).

Perempuan yang kini bekerja di Hongkong ini mengatakan, bahwa ia berkomitmen membawa nama harum Indonesia di kancah internasional. “Saya akan tunjukkan, bahwa orang Indonesia mempunyai bakat yang hebat,” tegas dia.

Harapan saya, kata dia, saya ingin sukses. “Saya Yumita Anastasya seorang BMI (red: Buruh Migran Indonesia) yang punya keinginan tinggi, yaitu sukses,” harap dia.

Promosikan Budaya Indonesia
Meskipun sibuk dengan pekerjaan, namun ia sendiri berkomitmen tetap mengangkat potensi Indonesia di negeri tempat ia bekerja.

“Kalau peran mempromosikan tantang budaya Indonesia, saya kenalkan mereka dengan batik kebaya. Untuk pemotretan, saya belum sering ya, karena hanya di hari libur saja saya bisa pemotretan,” jelas dia.

Modal untuk menjadi model, kata dia, itu tidak malu,percaya diri. “Selain modeling, saya suka buku dan membaca. Saya seorang pembantu, tapi saya ingin punya cita-cita yang tinggi, dan saya juga ingin para BMI lain mengikuti aktivitas yang brmanfaat di sini,” tandas dia.

Saya, lanjut dia, kenal fotograger dari Yanne Karsodiharjo teman saya. “Dia yang selama ini bisa dikatakan membimbing saya mengajari saya tentang modeling,” katanya.

Saya ingin, lanjut dia, orang lain tahu bahwa pembantu itu tidak hanya tau tentang menyapu, ngepel, ngosek WC, tapi pembantu punya bakat jadi model. “Saya ingin orang di luar sana membuka mata hati, bahwa kita BMI adalah orng yang pintar berbakat dan pekerja keras,” imbuh dia.

Hal itu ditegaskan dia, sebab selama ini masih banyak orang yang memandang BMI itu nggak baik. “Padahal itu hanya segelintir , satu atau dua orang saja yang melenceng, tapi kita sebagai BMI biasanya kena imbas. Bukannya saya sok ya, tapi saya ingin orang tidak memandang kita dari penampilan, namun dari prestasi dan bakat yang kita miliki,” pungkas Yumita Anastasya.

Ke depan, ia berharap agar potensi modelling para BMI bisa menaikkan derajat dan tentunya bisa membawa nama harum Indonesia. (Red-HJ99/Foto: Yumita).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini