Dina Mariana saat pemotretan. (foto; dok-pribadi),

Bagi Dina Mariana, menjadi model harus profesional. Sebab, hal itu menjadi dasar dalam melangkahkan karir di dunia tersebut. Dijelaskan dia, bahwa ia awal kali terjun ke dunia modelling mulai tahun 2015 kemarin. Namun saat ini, ia justru ingin menjadi model yang multitalenta.

“Awal terjun di dunia modeling tahun 2015, ceritanya, selesai OJT di bandara international Igusti Ngurahrai Bali akhir bulan 3, awal bulan 4 rencana jalan-jalan ke Jogjakarta, karena belum pernah ke Jogjakarta dan tertarik ingin banget ke Candi Borobudur dan Prambanan. Minggu pertama bulan 4 tahun 2015, berangkat dari Bali ke Jogjakarta sendiri buat liburan ke wisata-wisata di Jogjakarta, karena saya memang hobi traveling,” jelas dia kepada Harianjateng.com, Kamis (18/8/2016).

Setelah tiga hari menikmati suasana Jogjakarta, lanjut dia, dan impian melihat langsung Candi Borobudur dan Prambanan tercapai, di hari ketiga di Jogjakarta nggak sengaja ketemu sama teman dari tim Jogjapro.

“Di situ awal mereka ngajak kenalan ditawarin sama teman-teman fotographer Jogjapro, sesi foto, nggak sampai seminggu kemudian jadi cover koran Minggu pagi, liputan profile di Harian Kedaulatan Rakyat, Koran Merapi dan Koran Nusantara Pos,” ujar dia.

Nggak habis pikir juga sih, kata dia, yang  rencana awalnya cuma ingin jalan-jalan saja di Jogja, jadi tinggal di Jogja. “Karena ada peluang jadi model dan apalagi didukung sama tim Jogjapro dan media-media Jogja. Dan ini memang dari kecil cita-cita ingin jadi model,” ungkap dia.

Sempat buang jauh-jauh impian jadi model, lanjutnya, karena saya berpikir mana mungkin bisa sih. “Tapi ini tiba-tiba dan tampa sengaja semuanya terjadi tampa habis pikir, karena benar-benar tertarik di dunia modeling, saya ikut salah satu sekolah modeling di Jogja,” kata dia.

Foto Model dan Catwalk
Saya pilih foto model dan catwalk, lanjut dia, merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan, karena saat catwalk pun kita harus pose juga dan peluang keduanya langka awal jadi model, selain bisa foto juga bisa catwalk.

“Targetnya menjadi seorang entertainer baik model ataupun artis (multitalent),” beber dia.

Dijelaskannya, untuk menjadi model harus bisa menambah wawasan mengenai modeling. “Sering ikut even foto-foto,  lomba modeling, peragaan busana dan sekolah modeling,” ungkap perempuan cantik kelahiran Sabah Malaisya, 30 Oktober 1993 tersebut.

Dari riwayat even yang pernah ia ikuti, dijelaskannya ia pernah mengikuti foto sesi bersama Jogjapro, model even charity for humanity bersama Jogjapro di Taman Budaya Jogjakarta. Kemudian, model even Modelicious bersama indonesia memotret di Candi sojiwan dan Candi Plaosan.

“Saya juga pernah iktu pemilihan Miss Sixsenses 2015 di Jogjakarta. Lalu jadi model even charity in frame bersama Miss Bantul expo 2015, di rumah budaya Tembi Bantul dan jadi model event colur of angel bersama Jogjapro di The cangkringan Jogja vilas and Spa serta ikut pemilihan foto model Indonesia 2015 di Malang,” beber dia.

Lalu, ia juga pernah iktu foto sesi bersama AFA prodaction di Malang, jadi model  event charity foto hunt di sungai Lava Bantal Jogjakarta. Lalu model even Ladiye of chocolate bersama Jogjapro di Java Tea House Jogjakarta,  Fashion show dan foto competition bersama Fotografer.net, di Lippo Plaza Jogjakarta.

Kemudian juga model even Tinkerbell and friends bersama KFM Jogjakarta di Hutan Pinus Imogiri, model even charity hunt di Taman Langsat Jakarta, foto sesi bersama Jogjapro di ancol dan Aparteman Gadingediterania Jakarta, pemilihan Miss Sophie Paris 2016 di Bantul Jogjakarta, peragaan busana beberapa prodak fashion sponsor di Hartono mall, Jogja City Mall, Adelle Aksesoris, Ramai Mall dan Pasar Seni Gabusan.

Di tahun 2016 ini, ia berharap bisa menuju ke karir yang lebih tinggi. “Harapannya menuju jengjang yang lebih profesional dan komersial baik di foto model maupun pragaan busana,” harap dia. (Red-HJ99/Foto: DM-dok pribadi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini