Suasana demonstrasi mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Semarang, Harianjateng.com – Aksi damai mahasiswa warnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Kelompok mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UIN Cinta NKRI menyuarakan nasionalisasi SDA (Sumber Daya Alam) dan gerakan resistansi terhadap neokolonialisme.

Aksi damai tersebut berlangsung di Jalan KH Ahmad Dahlan Wonosari Ngaliyan, Semarang yaitu dengan melakukan orasi dan pembagian selebaran yang berisi seruan ke pengguna jalan raya yang berhenti di belakang lampu merah.

Dalam orasinya, mahasiswa mengajak pengguna jalan raya dan seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta merefleksikan kemerdekaan ini dengan mencermati kondisi negara Indonesia sekarang di mana 71 tahun Indonesia merdeka tapi esensinya belum merdeka, di karenakan sumber daya alam yang melimpah masih di kuasai oleh negara asing.

Dalam selebaran yang di bagikan ke pengguna jalan raya mahasiswa menyuarakan gerakan resistensi terhadap neokolonialisme yang di anggap bertentangan dengan apa yang sudah di wariskan oleh para pendahulu dan pendiri bangsa ini yaitu Ir Soekarno dan Moh Hatta juga sebagai sang proklamator.

Salah satu visi dan misinya waktu itu adalah menghapuskan penjajahan di seluruh dunia, salah satunya di jabarkan dengan nasionalisasi sumber daya alam. Soekarno sebagai pemegang kekuasaan tertinggi waktu itu melihat bahwa potensi sumber daya alam indonesia yang sangat luar biasa dapat menjadi penunjang visi kemandirian ekonomi (pangan), termasuk kala itu beliau ingin menasionalisasikan sunber daya alam emas terbesar di dunia dan tembaga di pegunungan Grassberg dan estberg Papua yang di kontrak PT. FREEPORT.Namun sebelum cita-cita itu terealisasi, ia di gulingkan oleh pemerintah selanjutnya yang nampaknya lebih pro terhadap para pemodal yang esensinya merupakan para pengkoloni tingkat lanjut. Dan kita mengenalnya dengan neokolonialisme. Sampai sekarang neokolonialisme masih bercokol di tanah indonesia.

Sumber daya alam yang seharusnya menjadi penunjang kesejahteraan bangsa indonesia sampai sekarang masih dijarah, dicuri dan di obok-obok oleh maling, tetapi anehnya para maling itu di biarkan berkeliaran sesukanya memakan hak milik bangsa indonesia. Sementara bangsa indonesia yang seharusnya dapat memaksimalkan sumber daya alam hanya dapat merasakan ampas dan akses-akses negatif yang ditimbulkan.

Maka dari itu, sebagai bentuk refleksi atas kemerdekaan bangsa indonesia yang ke 71, kita harus sadar bahwa kita sebenarnya belum merdeka, banyak penjajah dan maling yang harus kita usir. Ingat sebenarnya proklamasi bukanlah penanda akhir perjuangan, justru itu adalah awal dimana kita harus berjuang untuk membangun bangsa ini.

Dengan tegas mahasiswa juga menyatakan sikap bahwa pemerintah harus kembali kepada UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yakni Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai negara dan di pergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.(Red-HJ99/Fm).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini