Pelepasan tujuh orang dalam rangka mengambil banyu penguripan di lereng Gunung Slamet

Pemalang, Harianjateng.com – Bertempat di Halaman Balai Desa Jurangmangu sebanyak 7(tujuh orang) 1(satu) juru kunci, tim orari, dengan ucapan Bismillahirokhmanirrokhom dilepas oleh Kepala Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang untuk mengawali festifal wong Gunung yang diselenggarakan masyarakat kecamatan Pulosari.

Disampaikan oleh Kepala Desa Jurangmangu, Sugondo ketujuh orang yang diberi tugas untuk mengambil air di ketujuh sendang panguripan tadi adalah orang-orang pilihan yang sudah teruji secara lahir, bathin dan fisik serta mempunyai pengalaman  untuk melakukan perjalanan  mengambil air panguripan di tujuh sumber mata air yang berada di lereng gunung selamet, dan mereka juga harus juga tetap menjaga etika, adab agar selamat sampai tujuan serta sukses mengambil air untuk di bawa ke Balai Desa Jurangmangu dan selanjutnya akan dijadikan satu. “Kemudian akan dibagi lagi menjadi 12(dua belas) lodong untuk dibagikan kepada 12 Desa/Kepala  yang berada diwilayah kecamatam Pulosari,”papar kades Jurangmangu.

Sugondo juga menambahkan pengambilan “banyu panguripan” di tujuh sumber mata air tersebut yang diberangkat tepat pada pukul :13.30 dan akan kembali ketitik pemberangkatan di balai desa Jurangmangu Insya Allah pada pukul 17.30wib dan pengambilan air tersebut sebagai tanda dimulainya acara ritual wisata festifal wong gunung yang diadakan oleh masyarakat kecamatam Pulosari.

Dijelaskan olehnya ketujuh sumber mata air yang akan diambil airnya masing-masing mempunyai nama yaitu: sendang mata air suyud, sendang mata sipendok, sendang mata air silangse ,sendang mata air gombong,  sedang mata air jurug kinang, sendang mata air cikunang dan sendang mata air sences dan jarak antara mata air yang satu dengan mata air yang lain paling dekat berjarak 200m sementara yang paling jauh 1 km.

Festifal wong gunung juga terpantau oleh Action For Pemalang (AFP) dalam kesempatan tersebut Agus Supriyatno mengatakan,”dilihat diri segi pariwisata ternyata sumber mata air yang disuplay untuk desa sekitarnya seperti desa Karangsari, Desa Gunungsari,  Desa Siremeng  dialirkan dari Desa Jurangmangu dan tidak pernah mengalami kekeringan selama ini, kemudian titik panjat ke Gunung Slamet lebih landai dibanding dari daerah lain walaupun agak lebih jauh sedikit, Merupakan daerah wisata yang indah dengan udara senjuk dengan tanaman sayur mayur yang sangat subur,” paparnya setelah dirinya melakukan survey.

Selanjutnya Agus juga mengambarkan ternyata Desa Jurangmangu merupakan Desa Destinasi wisata yang perlu dikembangkan untuk menjadi kawasan wisata yang sangat indah dan menariknya Pemandang Puncak Gunung selamet bisa dilihat secara langsung tanpa ada halangan dari bukit manapun ini dikarenakan Desa Jurangmangu terletak diatas desa-desa lain yang letaknya disekitar gunung selamet. (Red-HJ99/Joko Longkeyang).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini