Temanggung, Harianjateng.com – Ramainya media sosial (medsos) membincangkan nama Mukidi akhir-akhir ini mendongkrak penjualan “Kopi Mukidi” di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Temanggung, Jawa Tengah.

Petani sekaligus master roasting kopi, Mukidi (42), di Temanggung, Minggu (28/8/2016), mengatakan nama Mukidi yang ramai jadi olok-olakan di dunia maya justru membawa berkah tersendiri bagi dirinya.

“Saya tidak tersinggung dengan gojekan tersebut. Sama sekali saya tidak keberatan ketika nama Mukidi menjadi bahan cerita lelucon netizen. Malah saya diuntungkan dengan candaan tersebut,” katanya.

Dengan candaan tersebut, usaha kopi yang dia diberi merek “Kopi Mukidi” menjadi makin terkenal. Padahal, merek tersebut diciptakan jauh sebelum demam Mukidi mewabah di kalangan netizen.

“Sejak ramai dibincangkan di medsos, penjualan kopi saya meningkat tajam. Sebelumnya, rata-rata tiap hari terjual 1 kilogram. Kini, bisa terjual 10 hingga 15 kilogram,” katanya.

Ia mengatakan bahwa keluarga dan teman-temannya sebagian besar merespons positif adanya cerita lucu Mukidi. Banyak di antaranya yang kemudian menyapa dan bertanya kepada dirinya, baik langsung maupun melalui media sosial, perihal namanya yang kebetulan sama dengan tokoh Mukidi.

“Keluarga, teman-teman, pada ketawa. Saya ambil positifnya saja,” katanya.

Bahkan, kata dia, beberapa hari terakhir akun Facebook pribadinya tiba-tiba banyak permintaan pertemanan. Hal ini tentu tidak biasa terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Istri Mukidi, Sumi (31), mengatakan bahwa dirinya tidak merasa risau sedikit pun atas candaan di medsos yang kebetulan sama dengan nama suaminya.

“Sebagai istri Pak Mukidi, menanggapi candaan Mukidi justru ada hikmahnya. Mudah-mudahan jualan kopi kami makin laris, rezeki melimpah,” katanya. (Red-HJ99/ant).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini