Tim Visitasi Kemenristektidi dalam agenda visitasi STKIP Muhammadiyah Batang.

Batang, Harianjateng.com –  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Batang, Jawa Tengah, sukses menggelar visitasi yang mendatangkan Tim Visitasi dari Kemenristekdikti, Kamis (1/9/2016).

Sebelumnya, kampus yang berdiri pertama kali di Batang tersebut sudah melakukan presentasi, yang kemudian dilanjutkan dengan visitasi untuk mendapatkan izin operasional dari Kemenristektdikti.

Sekda Batang, Drs H Nasihin MH, mengatakan bahwa kedatangan Tim Visitasi dari Kemenristekdikti tersebut menjadi sejarah di Kabupaten Batang, sebab sebelumnya dan sampai sekarang belum ada kampus di kabupaten tersebut.

“Hari ini menjadi sejarah bagi Muhammadiyah, warga Batang dan khususnya warga STKIP karena belum ada kampus di Batang. Maka harapan kami, Tim Visitasi bisa menilai secara objektif dan memberi izin agar STKIP bisa berjalan lancar, karena dari PP Muhammadiyah sendiri sudah memberi jaminan berupa bantuan kalau sudah mendapat izin,” beber Nasihin yang juga Ketua Pimpinan Daderah Muhammadiyah Batang tersebut.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah elemen, selain Tim Visitasi Kemenristektidi dan Kopertis, hadir pula mulai dari jajaran senat, perwakilan Muhammadiyah setempat, tamu undangan, kaprodi dan sekprodi serta dosen tetap dan sejumlah sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Batang di Jalan Tersono-Limpung, Batang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran senat menawarkan dua program studi yang dinilai oleh tim dari Kemenristekdikti. Kedua prodi tersebut adalah S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Dalam usulannya, STKIP Muhammadiyah Batang mengusulkan Visi “Menjadi Institusi yang unggul sebagai pusat studi bidang pendidikan dan menghasilkan tenaga pendidik yang unggul dan berkepribadian islami, kompetitif dan kompeten di tingkat regional dan nasional”.

Sedangkan salah satu misinya yaitu “Mengembangkan misi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pembinaan kemahasiswaan dan pusat percontohan moral kemanusiaan”. (Red-HJ99/HI).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini