Kelompok Tani Sido dadi Berkah, Ketanon Ageng memeprlihatkan hasil panen

Pemalang, Harianjateng.com –  Petani tidak boleh menderita oleh karena itu  yayasan Panglima Besar( Pansar)  Soedirman melalui Distributor Pupuk Organik Jenderalium Cabang Pekalongan Berani Membeli Beras Petani Rp.12.000/ Kg.

Demikian yang diungkapkan  Mochammad Imron Koordinator Yayasan Pangsar Soedirman wilayah Eks- Karisidenan Pekalongan saat dijumpai ketika transaksi pembayaran beras Organik milik  Daryono dari kelompok Tani Sido Dadi Barokah di Ketanon Ageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin (5/9/2016).

Lebih Jauh Mochammad Imron mengatakan Yayasan Pangsar Soedirman melalui CV. Bumimas Cipta Raharja Distributor Pekalongan yang beralamat di Gaden Plaza Blok B.9 Jalan. Raya Wonopringgo – Pekalongan, telepon (0285) 4483697 atau ponsel 081221226102 memproduksi pupuk organik cair dengan merk “Jenderalium”.

“Kami memiliki tujuan untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi melalui penyemprotan dan  berfungsi sebagai decompozer, neutralizer, fertilizer, mempercepat fase pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi atau rendemen, menambah dan memeprtahankan unsur hara dalam tanah, mencegah penyakit akibat bakteri, virus dan jamur patogen dan dapat diaplikasikan pada musim kemarau,” tandas Imron.

Hal tersebut sesuai dengan misi dari Yayasan Pangsar Soedirman adalah menjadikan tanah Indonesia menjadi tanah yang subur seperti sedia kala, dan berharap melalui produk Jenderalium tidak hanya menyehatkan tanah, menyehatkan tanaman, tapi juga menyehatkan kita yang memakannya.

Kepala Desa Ketanon Ageng Muhammad Husin Susanto S.Pdi, Bersama Mochmad Imron( jendralium) dan Daryono( poktan sido dadi barokah) sedang memeprlihatkan Beras Organik yang menggunakan Pupuk Cair Jendralium.

Diwawancarai ditempat yang sama Muhammad Husin Susanto S. Pd.I Kepala Desa Ketanon Ageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan mengatakan sangat apresiasi kepada kelompok Tani Sido Dadi Barokah yang diketuai Daryono yang sudah sekian lama memberi contoh kepada petani lain dengan mengolah pertanian dengan menggunakan pupuk organik.

“Dan hasilnya sekarang sudah tampak dan bisa dinikmati baik rasa berasnya maupun harga berasnya yang lebih bagus dari harga beras petani yang pengolahannya tidak menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Dilanjutkan oleh Husin, menghadapi musim tanam yang akan datang agar dalam waktu yang secepatnya Daryono segera mengumpulkan kelompok tani yang lain untuk diberikan arahan penggunaan tata cara penggunaan pupuk yang baik dan benar tentunya dengan Yayasan Pangsar Soedirman sebagai pemandunya.

Sementara itu ketua Kelompak Tani Sido Dadi Barokah, kelompok Tani Sido Dadi Barokah di Ketanon Ageng, Daryono mengatakan menggunakan pupuk organik sudah lima tahun dengan berbagai merk termasuk menggunakan menggunkakan pupuk kandang.

“Kemudian tiga kali panen ini menggunakan pupuk organik cair Jendralium dan hasil panennya baik produksi maupun berasnya lebih bagus, setelah di cek dilaboratorium gabah dan beras lebih bersih serta rasanya lebih pulen serta enaknya pol dan baunya wangi serta  menjadi full beras organik kita tidak perlu report karena akan langsung dibeli oleh Yayasan Pangsar Soedirman distributor Pekalongan dengan harga yang cukup tinggi yaitu 3 Rp 12.000,” beber dia. (Red-HJ99/Joko Longkeyang).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini