Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo memberikan kuliah umum “Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global” di Auditorium Kampus Universitas Tidar Kota Magelang, Senin (5/9). (Hari Atmoko/dokumen).

Magelang, Harianjateng.com – Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, memandang tidak cukup hanya menyelenggarakan perkuliahan bagi mahasiswanya akan tetapi juga mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka agar kelak mampu membuka peluang usaha ekonomi secara mandiri, kata Rektor Untidar Cahyo Yusuf.

“Dengan memiliki jiwa wirausaha, mahasiswa mempunyai plus, yakni cakap berwirausaha,” katanya di Magelang, Senin (5/9/2016), saat membuka kuliah umum “Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global” yang diberikan pengusaha yang juga pemilik Media Nusantara Citra (MNC) Group Hary Tanoesoedibjo.

Setelah mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Magelang itu lulus kuliah, ujarnya, mereka tidak diharapkan hanya mengandalkan diri menjadi pegawai negeri sipil atau karyawan di suatu perusahaan.

Akan tetapi, katanya, mereka mampu mengembangkan usaha ekonomi secara mandiri dan bahkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Sehingga tidak menunggu antre berjejal menjadi PNS, menjadi pegawai, tetapi mampu membuka lapangan kerja. Minimal untuk diri sendiri atau lingkungan sekitarnya,” katanya.

Usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Untidar, Hary Tanoesoedibjo mengatakan era digital harus dicermati generasi muda sebagai peluang yang terbuka luas untuk mereka mengembangkan kewirausahaan.

“Generasi muda harus jeli melihat ini, bahwa ke depan ini era digital, bisa macem-macem, bisa sosial media, ‘online’, ‘e-commerce’, dan sebagainya,” katanya.

Ia mengemukakan era digital sebagai hal yang masih relatif baru bagi Indonesia. Jika anak muda Indonesia mampu memanfaatkan peluang era digital itu untuk mengembangkan usaha ekonomi, dia akan berhasil.

Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, ujarnya, hingga saat ini jumlah pengusaha kurang dari satu persennya. Indonesia minimal butuh sekitar lima juta pengusaha produktif untuk membangun perekonomian bangsa yang mapan.

Selain berperan membuka lapangan kerja, katanya, para pengusaha itu juga meningkatkan pendapatan negara melalui sektor pajak. Pajak sebagai sumber dana pembangunan.

“Kalau tergantung pada kelompok kecil saja, rentan kita, Indonesia kan besar, yang dibangun juga banyak. Jadi kita perlu ‘entrepreneur-entrepreneur’ (para pelaku wirausaha) baru,” kata Hary yang di hadapan mahasiswa Untidar juga bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga menjadi pengusaha besar.

Para pelaku wirausaha, katanya, jangan sampai hanya terpusat di kota-kota besar tetapi juga di daerah sehingga perekonomian di daerah-daerah tumbuh dengan sendirinya.

Kalangan masyarakat yang berpeluang untuk terus dibangun jiwa kewirausahaannya, katanya, selain mahasiswa juga para santri dan perempuan.

“Yang bisa dibidik menjadi pengusaha, selain mahasiswa, pesantren juga. Mereka bisa membangun daerahnya, desanya. Kita harus fokus ke kalangan intelektual, kalangan pelajar, baik itu pesantren, perguruan tinggi, wanita juga,” katanya. (Red-HJ99/ant).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini