Magelang, Harianjateng.com – Sedikitnya 8.754 pelari dari dalam negeri maupun luar negeri akan ikut turun dalam event olahraga bertaraf internasional ‘Bank Jateng Borobudur Marathon 2017′ (BJBM) yang akan dimulai dan berakhir di Taman Lumbini Komplek Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Minggu (19/11) dengan memperebutkan total hadiah senilai Rp 2,6 miliyar.

Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo menjelaskan siapa saja yang ikut berpartisipasi dalam event. “Dari jumlah peserta tersebut, 178 orang diantaranya berasal dari luar negeri, seperti Kenya (mayoritas dengan 51 pelari), Malaysia, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat. Bahkan ada pelari dari Jepang yang telah berusia 84 tahun. Dia yang sudah sarat akan pengalaman juga turut berpartisipasi dalam BJBM 2017,” jelasnya saat konfrensi pers BJBM 2017 di Ruang Cemara Grand Artos Magelang, Sabtu (18/11/2017).

Mengambil tema ‘Reborn Harmony’, lanjutnya, terdapat tiga kategori yang akan digelar. Yakni full marathon dengan rute tempuh sejauh 42 kilometer start pukul 5.00 WIB, half marathon sejauh 21 km (start pukul 5.30 WIB), dan kelas 10 K (start pukul 6.00 WIB). Ditambahkan, rute yang akan dilintasi oleh para pelari dalam BJBM 2017 ini sangat unik, yakni melewati areal persawahan dan tiga buah komplek candi (world heritage) yang diklaim tak kalah dengan nuansa di Pukhet Thailand.

Pihaknya berharap, ke depan event yang telah digelar kelima kalinya ini akan terus menjadi daya tarik bagi para atlet maupun wisatawan domestik hingga mancanegara bahkan menjadi event rutin bertaraf dunia.

“Dalam event ini, yang kami tekankan adalah masalah kualitas pelayanan dan kenyamanan pelari yang turut ambil bagian,” tukasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengemukakan keinginannya bahwa melalui event ini, sektor kepariwisataan akan terus mengalami tren kenaikan. Lebih khusus lagi, tingkat kunjungan pelancong ke Candi Borobudur terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan tanpa sebab, pasalnya, sejauh ini Borobudur merupakan satu dari empat destinasi pariwisata di Jawa Tengah yang menjadi unggulan selain Dieng, Karimunjawa, dan Sangiran.

Lanjutnya, dengan mengangkat tema ‘Reborn Harmony’, Ganjar ingin melayangkan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa persatuan masih menjadi hal yang sangat mengasyikkan, terlebih dilakukan melalui event olahraga sembari berwisata.

“Di Jateng banyak potensi sport tourism (wisata olahraga) yang dapat dikombinasikan dengan pagelaran budaya. Seperti minggu lalu, kami menggelar event Tour de Borobudur yakni gowes dengan jarak tempuh sejauh 200 kilometer. Maka dari itu, saya ingin BJBM ke depan terus digelar dan memiliki jumlah partisipan yang lebih tinggi,” harap Gubernur Jateng.

Ketua Yayasan Borobudur 10 K, Liem Chie An berkeinginan agar ajang Borobudur Marathon ini dapat menjadi agenda besar yang dapat menyamai event serupa di berbagai negara salah satunya Tokyo Marathon. “BJBM tahun ini kami melihat ada lonjakan animo. Terbukti dari seluruh peserta yang membayar pendaftaran. Tidak seperti sebelumnya yang ada pengerahan massa. Jadi saya optimis tiga tahun lagi jumlah peserta akan membludak, sehingga perlu digelar undian untuk menentukan siapa saja yang berhak ikut serta,” bebernya.

Dirut Bank Jateng, Supriyatno, mengklaim bahwa event BJBM ini secara tidak langsung ikut mendongkrak perekonomian daerah. Salah satu buktinya adalah tingkat okupansi hotel di sekitar lokasi acara yang meningkat drastis.
“Borobudur itu ya Jateng. Jateng itu ya Bank Jateng. Idiom ini yang akan terus kami pertahankan demi terwujudnya harmonisasi,” ujarnya.

Sementara itu, atlet lari nasional yang juga hadir dalam konfrensi pers tersebut, Agus Prayogo, memiliki keinginan agar BJBM tak hanya mendunia dan mengangkat pamor parisiwata Magelang, namun juga menjadi ajang munculnya atlet-atlet muda (pelari) berbakat yang dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia kelak.
“Senang sekali dapat undangan untuk turut serta dalam BJBM 2017. Sekalian pulang kampung dan menjadi ajang pemanasan sebelum mewakili Indonesia terjun di ASEAN Games. Ini menjadi yang keempat kalinya bagi saya dengan rekor di kelas half marathon yakni 1 jam 6 menit,” pungkasnya.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here