Klenteng Tay Kak Sie dan Pagoda Avalokitesvara
Klenteng Tay Kak Sie dan Pagoda Avalokitesvara. Foto kolase Instagram @haryocahyo @tejo_wi

Halo dulur, sudah pengen wisata lagi belum ya. Nah kalau panjenengan mau wisata di Semarang kan ada banyak pilihan, salah satunya wisata religi di Semarang.

Wisata religi di Semarang yang dulur tahu apa saja? Yang sudah familiar dan populer di masyarakat kan Klenteng Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk sampai Vihara Buddhagaya kan ya.

Ternyata destinasi wisata religi Semarang itu bukan itu-itu saja lho dulur. Masih ada spot wisata religi lain di Semarang yang sayang kalau dilewatkan, spot-spot wisata religi ini juga bisa menambah khazanah wisata panjenengan lho.

Dulur penasaran nggih?, apa saja sih spot wisata religi Semarang yang bukan itu-itu saja. Nah sebuah utasan dari akun @tuannputrimu ini menunjukkan wisata religi kota Semarang yang nggak itu-itu saja, banyak lho ternyata. Pesanaran ya? Monggo disimak nggih.

Masjid Agung Kauman atau Masjid Agung Semarang

Potret Masjid Agung Kauman Semarang. Foto Instagram @semarang.heritage

Spot wisata religi ini punya nilai sejarah yang tinggi, nggak kalah dengan Masjid Agung Jawa Tengah.

Masjid Kauman Semarang ini menjadi tempat ibadah bersejarah di Kota Semarang, sebab masjid ini sudah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini didirikan oleh Ki Ageng Pandanaran. Bertempat di Aloon-aloon Kota Semarang, iya lho alun-alun Semarang di Pasar Johar. Bukan Simpang Lima lho dulunya alun-alun Semarang itu.

Masjid yang berarsitektur Jawa gaya Majapahit ini jadi cikap bakal berdirinya pemerintahan Kota Semarang. Wah bersejarah banget ya kan.

Masjid Menara Kampung Melayu atau Masjid Menara Layur

Masjid Menara Kampung Melayu. Foto Instagram @masjidsemarang

Masjid ini juga menjadi salah satu tempat ibadah tertua di Kota Semarang. Bertempat di Jalan Layur, masjid ini menjadi bukti perdagangan tertua di Kota Semarang. Masjid ini merupakan akulturasi budaya Jawa, Melayu, dan Arab.

Masjid yang dibangun pedagang Arab ini sesuai namanya punya menara untuk mengumandangkan adzan dan mercusuar mengawasi kapal dagang di perairan kota Semarang. Menarik bukan nilai sejarahnya ya dulur.

Masjid Safinatun Najah atau Masjid Bahtera Nabi Nuh

Masjid Kapal Semarang. Foto Instagram @anif.saiful

Masjid ini berbentuk kapal Nuh ini baru dibangun pada 2015 oleh keluarga pedagang Arab. Lokasinya d Desa Padaan, Ngaliyan.

Masjid itu hasil wasiat kelyarga untuk mendirikan masjid bergaya bahtera Nuh di Indonesia.

Terdiri tiga lantai, aula serbaguna di lantai dasar, lantai dua untuk beribadah dan perpustakaan di lantai tiga. Penasaran datang ke sana sobat?

Gereja Katolik Gedangan atau Gereja St. Joseph

Gereja Katolik Gedangan. Foto Instagram @thestoryan

Gereja Katolik tertua di Semarang, lokasinya di Jalan Ronggowarsito yang dulu bernama Zeestraat-Kloosterstraat-Gedangan.

Arsitektur Belanda interior khas Eropa yang langsung didatangkan dari Benua Biru. Terdapat patung tokoh agung yang didatangkan dari Jerman.

Gereja ini saksi perjuangan Pertempuran Lima Hari Semarang melawan pendudukan penjejah Jepang. Pejuang kemerdekaan bersembunyi di gereja ini.

Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari atau Gereja Katedral Semarang

Gereja Katedral Semarang. Foto Instagram @rullykusuma83

Gereja ini bertempat di tengah Kota Semarang, bersebelahan dengan Lawang Sewu dan berhadapan dengan Tugu Muda. Mulanya, bangunan ini merupakan kantor Dinas Kesehatan Belanda lalu dibeli oleh pengurus gereja untuk digunakan sebagai tempat ibadah.

Bangunannya masih khas Eropa, taman doa yang nyaman dan tenang. Banyak pepohonan dan tumbuhan yang membuat gereja nampak sejuk di tengah panasnya Kota Semarang.

Klenteng Tay Kak Sie

Klenteng Tay Kak Sie. Foto Instagram @haryocahyo

Nggak kalah dengan Klenteng Sam Poo Kong, klenteng ini juga punya nilai sejarah lho dulur.

Klenteng yang bertempat di Jalan Gang Lombok ini awalnya dibangun untuk memuja Dewi Welas Asih, namun seiring perkembangannya klenteng ini menjadi tempat ibadah untuk memuja semua Dewa Dewi Tao.

Klenteng ini dinilai sebagai klenteng dengan interior terbaik di Kota Semarang. Mau berkunjung, cukup bayar Rp3000, ya telung ewu wae dulur.

Pura Agung Giri Natha

Puri Agung Giri Natha. Foto Instagram @dellswa

Pura ini lokasinya di Jalan Sumbing, jauh dari keramaian. Pendiri pura sengaja cari lokasi yang hening untuk berdoa kepada Sang Hyang Widhi.

Area Pura ini terbagi menjadi 3 bagian, pertama, Nistha Mandala untuk parkir, tempat makan, dan kamar mandi. kedua, Madya Mandala untuk pertemuan, olah raga, dan kegiatan kesenian. Yang terakhir, Utama Mandala yang menjadi tempat beribadah.

Kalau dulur di pura ini, bisa lihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Masuk pura ini gratis tis.

Vihara Buddhagaya Watugong dan Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara. Foto Instagram @tejo_wi

Pagoda Avalokitesvara setinggi 45 meter yang menjadi pagoda tertinggi di Indonesia. Di dalam pagoda ini juga terdapat patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter. Pesona pagoda dan vihara dapat dinikmati masyarakat dengan membayar seikhlasnya.

Vihara Buddhagaya menjadi bukti toleransi yang tinggi di kalangan masyarakat Kota Semarang, pasalnya pada saat Pemerintahan Belanda, di sini dilakukan kegiatan Buddha Dhamma meskipun mayoritas penduduknya sudah memeluk agama Islam.

Dulu vihara ini pernah dikunjungi Bhiksu Narada Maha Thera dari Srilanka untuk penyebaran Buddha Dhamma. Kini Vihara ini beroperasi sebagaimana mestinya. Bangunan Vihara terdiri dari dua lantai, lantai pertama untuk aula dan lantai kedua untuk ritual keagamaan.

Piye dulur Harian Semarang, nggak sabar kunjungi lokasi-lokasi tersebut?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini