Pengurus Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Jawa Tengah periode 2022-2027. Foto Dokumen Forsiladi Jateng
Pengurus Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Jawa Tengah periode 2022-2027. Foto Dokumen Forsiladi Jateng

Semarang, Hariansemarang.id – Ballroom Hotel Pandanaran pada Ahad, 22 Januari 2022 tampak meriah. Para doktor dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah berkumpul dalam rangka pelantikan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Jawa Tengah periode 2022-2027. Sejak jam 07.30 peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah hadir dan ada pula dari Jakarta.

Menurut Endang Samsul Arifin, Ketua DPP Forsiladi, Ini pelantikan Forsiladi tingkat provinsi ke-9 di Indonesia. Geliat Forsiladi menandai lahirnya kesadaran di antara para doktor untuk semakin terlibat dalam merespon isu-isu kemasyarakatan.

Ahwan Fanani, sebagai Ketua Forsiladi Jateng, menegaskan Forsiladi Jateng bertekad untuk membangun sinergi para doktor untuk kemajuan negeri. Forsiladi Jateng terdiri atas para doktor dan guru besar yang berasal dari 20 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah serta 4 lembaga non-Perguruan Tinggi. Dosen UIN Walisongo itu berkeyakinan Forsiladi memiliki potensi besar sebagai kekuatan pembangunan jika mampu merajut komunikasi.

Pelantikan tersebut diikuti dengan Dialog Pakar untuk memetakan persoalan-persoalan di Jawa Tengah dan posisi Forsiladi Jateng. Dialog dipandu oleh Oktavianiani Adi Suciptaningsih dan Qristin Violinda dari Upgris dengan model ala Indonesian Lawyer Club (ILC).

Dialog diawali dengan paparan kondisi daerah Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal oleh para pejabat daerah. Mereka menggarisawahi isu-isu prioritas di daerah masing-masing.

Pelantikan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Jawa Tengah periode 2022-2027. Foto Dokumen Forsiladi

Kemudian berlanjut masukan-masukan dari para Dewan Penasehat, seperti Prof. Muhammad Murtadlo dari Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof. Fakhrudin dari Unnes, Dr. Amiroh selaku Ketua STIT Pemalang, Dr. Edy Suryanto dari UNS Surakarta, dan Doktor Hardiwinoto dari Universitas Muhammadiyah Semarang. Hadir pula Dr. Muchotob Hamzah, Rektor Unsiq Wonosobo Periode 2013-2021.

Dewan Pakar turut menyoroti berbagai persoalan yang saat ini perlu segera ditangani. Prof. Budiyono Saputro dari IAIN Salatiga menyoroti kebutuhan pengembangan para doktor yang perlu dilakukan Forsiladi. Prof. Sucihatiningsih Dian W.P. dari Unnes memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan persoalan ekonomi yang dapat digarap oleh Forsiladi Jateng. Prof. Abdul Ghofur, Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, turut memberikan dukungan bagi Forsiladi Jateng.

Masukan-masukan tersebut menjadi bahan perumusan program kerja oleh empat Departemen di Forsiladi. Dr. Aji Sofanudin dari BRIN menggarisbawahi langkah ke depan Forsiladi untuk merespon kondisi sosial yang kompleks.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini