Sidang tahunan DPR RI
Sidang tahunan DPR RI. Foto dpr.go.id

…Akan ada orang dengan kekuasaan yang lucu tunduk pada uang haram yang berlimpah, berkomplot, merampok, merampas dan blusukan tak tahu keadaan, yang setelah beberapa dekade orang tersebut akan terbunuh oleh kemarahan rakyat yang berucap kutukan dengan kegrundelan. Orang dengan kekuasaan meniru kompeni, bertindak koloni, berwatak firauni…

Kekuasaan di kita pada kenyataanya adalah permainan. Bisa juga untuk main-main saja. Jarang digunakan dengan semestinya. Bahkan sering untuk hura-hura. Mengkayakan dan mengkuasakan anak dan sekitarnya.

Kita kini di bawah sistem semi presidensil (hibridasi dan gado-gado ini) hasil amandemen picik sehingga tidak ada mekanisme pertanggungjawaban presiden yang solid dan pas.

Paling banter dibilang, kalau jelek tidak usah dipilih lagi. Tapi, bagaimana jika yang jelek itu menghalalkan segala cara dan menang? Presidensil tidak memberi solusi.

Maka, riset politik di dunia menunjukkan, sistem parlementer lebih mudah diterapkan jika rakyat kecewa. Sistem ini pada akhirnya lebih mampu menyejahterakan rakyat daripada sistem semi presidensil yang kita anut.

Kini, lebih 20 tahun reformasi di Indonesia, kekuasaan presiden nyaris absolut, tanpa pertanggung jawaban berarti kepada pemilik sah republik: warganegara.

Rasanya, evaluasi reformasi di konstitusi sangat perlu dilakukan demi tercapainya cita-cita proklamasi. Tentu yang paling utama tetap soal mental, moral dan karakter.

Dus, kursi kekuasaan itu perlu dipastikan untuk kepentingan baik dan didasari motif arif. Tanpa itu, jejak narasinya hanya apologia dan tipu-tipu belaka.

Kini. Dari Indonesia kuketik hal lucu. Soal kalian, kita dan Indonesia. Kemerdekaan diimpikan kaum jenius. Perubahan dipikirkan oleh orang cerdas, digerakkan oleh para pemberani, tapi sering ditunggangi kaum oportunis dan dipanen oleh para penjahat berkedok pahlawan.

Di mana orang-orang jenius yang misterius itu? Kami menunggunya dengan setia di tanah bancakan, sorga kerakusan.(*)

Yudhie Haryono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini