Mahasiswa Unwahas korban pembacokan, Naufal (kiri) dan Darul (kanan)
Mahasiswa Unwahas korban pembacokan, Naufal (kiri) dan Darul (kanan). Foto dokumen pribadi

Semarang, Hariansemarang.id – Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) korban pembacokan, Darul Husni dan Naufal Arkan Al Farisi kecewa banget. Ternyata JPU mereka bohong, ngasih informasi menyesatkan.

Pekan kemarin JPU menyampaikan kepada Darul dan Naufal, sidang putusan untuk terdakwa pembacokan bernama DRX (16) akan berlangsung pada Rabu 9 Februari 2022.

Ternyata setelah Darul dan Naufal datang ke Pengadilan Negeri Semarang pada hari ini, sidang putusan sudah dilaksanakan Rabu pekan lalu.

Atas kelakuan JPU ini, kuasa hukum Darul dan Naufal protes banget dan menyesalkan kenapa JPU kelakuannya ke korban kok begitu amat.

“Harusnya JPU transparan saat diminta infonya oleh korban, karena menyangkut rasa keadilan yang dinantikan oleh korban, bukan malah memberi info-info yang menyesatkan,” tegas kuasa hukum Darul dan Naufal, Listiani Widyaningsih dalam rilisnya dikutip Harian Semarang, Rabu 9 Februari 2022.

Listiani heran kan pekan lalu JPU sudah menginformasikan sidang putusan salah satu terdakwa pembacokan Darul dan Naufal akan dilakukan pada hari ini. Ternyata eh ternyata, sidang putusan sudah dilakukan pekan kemarin.

“Sudah putusan minggu lalu kok bilangnya baru akan sidang hari ini (Rabu, 9 Feb 2022). Ada apa dengan JPU? Sidang putusan pun diketahui oleh korban setelah mengecek ke PN,” kata kuasa hukum dari LKBH Garuda Yaksa ini.

JPU bohong

Bukan cuma kuasa hukum Darul dan Naufal saja yang kecewa dengan kelakuan JPU. Kawan kedua korban, Rizqinal Mubarok kesal dengan JPU yang mempermainkan korban pembacokan tersebut.

Baca juga: Kuasa Hukum Darul dan Naufal: Cari Otak Pembacok Lainnya! Bukan Nurudin Saja

Rizqinal yang akrab disapa Arok ini mengatakan Darul dan Naufal pada hari ini ke PN Semarang. Sesampainya di PN Semarang, Darul Naufal cari-cari JPU nggak ketemu. Cari terdakwa juga nggak kelihatan.

Sampai akhirnya Darul dan Naufal tanya ke administrasi PN Semarang, ternyata eh ternyata sidang putusan DRX sudah diketok pekan lalu.

“Ini kita sudah dibohongi sama JPU, ada indikasi JPU sudah melenceng dari awal,” jelas Arok.

Tim kuasa hukum LKBH Garuda Yaksa. Foto Dokumen LKBH Garuda Yaksa

Kronologi persidangan

Rabu 26 Januari 2022

Korban dipanggil sebagai saksi di persidangan

Rabu 2 Februari 2022

Korban datang ke pengadilan untuk meninjau persidangan karena memang tidak diberi undangan. Setelah mencari ruang sidang, korban mendapati sidang sudah selesai.

Saat bertemu dengan JPU, korban bertanya tentang hasil putusan persidangan, tapi tidak mendapatkan tanggapan yang baik. JPU kemudian menyampaikan sidang pembacaan putusan terdakwa DRX ditunda, akan dilaksanakan pada 9 Februari 2022.

Rabu 9 Februari 2022

Korban kembali datang ke pengadilan dengan maksud memantau hasil sidang.

Tapi di pengadilan, korban tidak mendapati JPU dan forum sidang. Setelah bertanya ke bagian informasi, korban diberi informasi bahwa persidangan terdakwa DRX sudah selesai.

Pembacaan putusan sudah dilaksanakan pada 3 Februari 2022. Adapun hasil putusan adalah terdakwa DRX dihukum 8 bulan penjara dengan penempatan di panti asuhan, bukan rutan.

Dalam kasus pembacokan mahasiwa Unwahas ini, penyidik Polrestabes Semarang sudah menetapkan tiga tersangka dari kasus pembacokan yang terjadi 30 Desember 2021. Tiga tersangka itu adalah Nurudin (19), Dolly Saputra (20), dan DRX (16).

Terdakwa DRX sudah divonis sedangkan dua terdakwa lainnya masih pemberkasan, belum P21.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini