Darul dan Naufal, dua mahasiswa Unwahas korban pembacokan
Darul dan Naufal, dua mahasiswa Unwahas korban pembacokan. Foto Dokumentasi LKBH Garuda Yaksa

Semarang, Hariansemarang.id – Buntut kelakuan berbohong kepada dua mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) korban pembacokan, JPU meminta maaf dan berdalih tidak tahu kontak korban sehingga tidak bisa memberi informasi.

JPU Adiana Windawati merupakan JPU dua korban pembacokan yakni Darul Husni dan Naufal Arkan Al Farisy.

Kuasa hukum Darul dan Naufal dari LKBH Garuda Yaksa beserta kedua korban mendatangi Kejaksaan Negeri Kota Semarang untuk audiensi terkait kasus ini pada Kamis 10 Februari 2022.

Dalam pertemuan itu, JPU Windawati berdalih tak tahu kontak kedua korban dan saksi dalam perkara terdakwa pembacokan DRX (16) di Pengadilan Kota Semarang.

Lantaran tak tahu kontak korban dan saksi, maka saat sidang putusan DRX digelar pada Kamis 3 Februari 2022, JPU Windawati tak bisa mengabarkan sidang tersebut.

Apalagi dalih JPU Windawati, kasus persidangan anak di bawah umur itu harus selesai maksimal 10 hari.

“Jadi malam Rabu (2 Februari) saya dihubungi Panitera persidangan bahwa sidang putusan terdakwa DRX digelar pada Kamis (3 Februari)” ujar JPU Windawati.

Sedangkan pada sidang sebelum putusan, Darul mengaku sudah berupaya minta kontak JPU Windawati, namun permintaaan kontak itu tidak direspons dengan baik.

“Nggak dikasih (nomor WA), nggak boleh kata dia,” ujar Darul.

Kuasa hukum Darul Dan Naufal, Adya Nurnisa mengatakan dalam audiensi kemarin, Kasi Pidana Umum Kejari Kota Semarang, Edy Budianto meminta maaf atas kelakuan JPU Windawati yang kurang komunikasi dengan korban.

Baca juga: JPU Bohong Menyesatkan! Kuasa Hukum Darul dan Naufal: Ada Apa Ini?

Belajar dari kelakuan JPU tersebut, Adya meminta ke depan JPU harus maksimal dalam menuntut dua tersangka lain dalam kasus pembacokan ini, Yaitu Nurudin dan Dolly Saputra.

“Intinya kami menyampaikan keluh kesah adik-adik atas penanganan kasus yang mereka rasakan. Kami menyampaikan permohonan kepada Kapidum terkait dengan dua tersangka lain yang akan dilimpahkan, agar JPU melakukan penuntutan semaksimal mungkin,” ujar Adya.

Audiensi kuasa hukum Darul dan Naufal dengan Kejari Kota Semarang. Foto Dokumentasi LKBH Garuda yaksa

Nah mengingat perkara DRX sudah diputuskan, Adya tidak bisa memaksa kepada Kejaksaan untuk banding, karena JPU sudah menerima putusan tersebut.

Kuasa hukum Darul dan Naufal memberi catatan, putusan DRX itu masih jauh memenuhi rasa keadilan pada korban karena DRX dituntut dan diputus 8 bulan dengan alasan masih di bawah umur.

Darul dan Naufal dibacok oleh Nurudin cs dengan celurit di Jalan Menoreh X, Kota Semarang pada 30 Desember 2021. Belakangan Polrestabes Semarang membekuk ketiga terduga pembacok, yaitu DRX (16 tahun), Dolly Saputra (20) dan Nurudin (19).

Penyidikan menunjukkan Nurudin adalah otak pembacokan yang menyuruh dua temannya itu jadi eksekutor pembacokan Darul dan Naufal. Akibat insiden pembacokan ini, Naufal dan Darul dilarikan ke rumah sakit. Naufal mendapatkan 11 jahitan dan satu saraf putus, sedangkan Darul mendapatkan 23 jahitan dengan dua saraf putus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini