Ahmad Rizqinal Mubarok (kedua dari kiri) Formatur terpilih HMI Cabang Semarang
Ahmad Rizqinal Mubarok (kedua dari kiri) Formatur terpilih HMI Cabang Semarang. Foto Dokumen HMI Cabang Semarang

Hariansemarang.id – Forum Konferensi Cabang HMI Semarang ke-LIV sempat menjadi perbincangan karena kericuhan yang terjadi pada malam sidang pleno ke-III, berikut kronologi terjadinya kericuhan dalam Forum Konfercab HMI Cabang Semarang.

Sidang Pleno I selesai pada Selasa 16 November 2021 pukul 03.18 WIB, dilanjutkan Sidang Pleno II pada Selasa, 16 November 2021 pukul 19.30 WIB dengan pembahasan pandangan umum Tim Caretaker HMI Cabang Semarang.

Kemudian dilanjutkan dengan menandatangani konsideran Sidang Pleno II pada Rabu 17 November 2021 pukul 01.23 WIB.

Selanjutnya sidang di-skorsing sesuai dengan kesepakatan forum. Setelah Sidang Pleno II selesai, forum dilanjutkan dengan Sidang Pleno III pada Rabu, 17 November 2021 pukul 19.30 WIB oleh Presidium Sidang dengan pembahasan draft Sidang Komisi yang terbagi menjadi dua komisi, yaitu Komisi A Internaldan Komisi B Eksternal.

Sidang Pleno III masih berlanjut hingga Kamis 18 November 2021. Namun disayangkan saat forum berlangsung pada Jumat 19 November 2021 dini hari pukul 02.00 WIB ada oknum dari luar peserta forum yang sengaja memperkeruh suasana forum dan mengganggu Konferensi Cabang.
Pada 19 November forum konfercab berakhir Ricuh. Hal tersebut juga mengakibatkan tertundanya forum Konfercab.

Polsek Gunung Pati mengimbau agar forum berhenti dahulu menunggu kondusif. Dari pihak panitia pun mengindahkan hal tersebut untuk menunda forum berlangsung.

Tetapi beberapa hari setelah itu terdapat kandidat atas nama Rosyid Hasibuan ditemani oleh anggota BPL Cabang Semarang atas nama Adiaksa berangkat ke Mapolrestabes untuk mengirimkan surat pemberitahuan kelanjutan forum konfercab.

Foto: Rosyid Hasibuan dan Master Adiaksa mengantarkan surat illegal ke Polrestabes Semarang

Pengantaran surat yang tidak diketahui dari mana asal usulnya ini dipastikan merupakan surat ilegal.

Sebab kalau dilihat dari kondisi peserta forum yang beberapa bahkan masih mengalami shock serta panitia mengindahkan imbauan dari Polsek Gunung Pati menunda forum hingga keadaan kondusif.

Tim Caretaker pun mengonfimasi tidak tahu mengenai pengiriman surat tersebut, padahal dalam surat itu terdapat tandatangan Tim Caretaker. Hal tersebut bisa jadi merupakan bentuk pemalsuan yang dilakukan oleh pihak tertentu yang memiliki ambisi tersendiri untuk melanjutkan forum dengan mengesampingkan kondisi psikologis peserta forum dan imbauan dari kepolisian.

Foto: Surat ilegal yang dikirim Rosyid Hasibuan dan Master Adiaksa ke Mapolrestabes tanpa sepengetahuan Tim Carateker dan Panitia Konfercab
Foto: Screenshoot bukti pemalsuan surat yang dikirim Rosyid Hasibuan dan Master Adiaksa ke Mapolrestabes Semarang.

Dalam screenshoot chat tersebut Saudara Syahadat selaku ketua panitia Konfercab mengkonfirmasi telah terjadi dua kali pemalsuan surat perizinan untuk penyelenggaraan Forum Konfercab yang sempat ditunda.

Tidak berhenti di sana, setelah pengiriman surat ilegal ke Mapolrestabes beredar undangan via WhatsApp yang mengatasnamakan Kanda Albar, sebagai koordinator Tim Caretaker,lagi-lagi tanpa sepengetahuan Panitia Konfercab dan Tim Caretaker.

Gambar di atas merupakan screenshoot undangan via whatsApp yang dibuat tanpa sepengetahuan Panitia Konfercab dan Tim Caretaker.

Perlu kita ketahui bahwasanya elemen dalam Forum Konfercab itu ada 2; Tim SC sebagai penanggungjawab Forum Konfercab di bawah naungan Tim Caretaker dan Tim OC atau Panitia Konfercab. Apabila terlaksana forum konfercab tanpa sepengetahuan dua elemen tersebut apakah forum itu bisa dikatakan legal?

Foto di atas merupakan screenshoot chat yang berisi pesan terusan undangan forum lanjutan Konfercab yang mengatasnamakan Kanda Albar, seharusnya undangan tersebut keluar dari grup panitia yang dapat diartikan bahwa panitia yang membuat undangan tersebut, namun kali ini berbeda panitia justru mendapat terusan undangan tersebut yang tidak diketahui sumbernya.

Gambar di atas merupakan screenshoot percakapan dengan Kanda Albar, yang mana dia mengkonfirmasi tidak pernah membuat undangan WhatsApp tersebut.

Gambar di atas merupakan pamflet yang berisi persyaratan pendaftaran calon kandidat formateur HMI Cabang Semarang.
Pada malam sidang pleno ke III sempat ada order dari salah satu peserta forum yaitu Saudara Bojes untuk mendatangkan Tim SC karena terdapat lima kandidat yang lolos administrasi sebagai calon kandidat Formateur HMI Cabang Semarang.

Dua di antaranya tidak seharusnya lolos, pertama yaitu Saudara Rosyid Hasibuan yang gagal pada poin ke-9 karena dinyatakan sudah lulus dari kampus Universitas Diponegoro dan kedua, yaitu Saudara Agus Prasetya Wiranto yang gagal pada poin ke-4 tidak pernah menjadi Ketua Umum Komisariat.

Hal ini tentu menjadi koreksi kita bersama bahwa persyaratan yang ada dalam konstitusi tidak seharusnya ditabrak begitu saja.

Kelulusan 5 kandidat Calon Formateur HMI Cabang Semarang dua di antaranya adalah Rosyid Hasibuan yang sudah dinyatakan lulus dari Universitas Diponegoro dengan bukti sebagai berikut.

Serta satu lagi yaitu Saudara Agus Prasetya Wiranto tidak pernah menjadi Ketua Umum Komisariat, namun tetap diloloskan oleh Tim SC, setelah itu justru terjadi forum Konfercab lanjutan berdasarkan undangan ilegal via WhatsApp yang dikonfirmasi Kanda Albar.

Panitia Konfercab bahwa mereka tidak tahu mengenai forum tersebut. Saudara Rosyid Hasibuan terpilih menjadi Formateur serta Saudara Agus Prasetya Wiranto terpilih menjadi Mide Formateur

Hal tersebut tentu menuai berbagai protes, karena hampir setengah dari jumlah keseluruhan komisariat yang ada di Cabang Semarang tidak tahu mengenai forum tersebut.

Lagi-lagi ada oknum yang begitu berambisi untuk memenangkan Konfercab HMI Cabang Semarang sehingga membuat forum ilegal serta menghasilkan calon pemimpin yang cacat secara administrasi dan konstitusi. Akhirnya dari KAHMI Jateng-DIY berinisiatif untuk membuka silaturahmi dengan tujuan agar permasalahan Konfercab ini dapat diselesaikan dengan transparan terutama dari pihak yang tiba-tiba sudah melahirkan Formateur HMI Cabang Semarang.

Setelah acara silaturahmi bersama KAHMI Jateng-DIY yang dihadiri komisariat di seluruh Cabang Semarang selesai, Tim SC langsung membuat Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Tim SC dan disaksikan oleh Ketua Panitia Konfercab, yaitu Saudara Syahadat.

Isi dari Nota Kesepahaman tersebut adalah untuk diadakan Forum Konfercab ulang khususnya Sidang Pleno ke-IV paling lambat 30 November 2021. Panitia pun segera menyiapkan segala keperluan untuk pelaksaan Sidang Pleno IV yang diselenggarakan pada 30 November 2021.

Hasilnya Saudara Ahmad Rizqinal Mubarok terpilih menjadi Formateur HMI Cabang Semarang, Saudara M. Irfan Fadhil sebagai Mide Formateur 1 HMI Cabang Semarang, dan Saudara Syarifuddin Apelabi sebagai Mide Formateur 2 HMI Cabang Semarang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini