Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Foto Instagram @ganjarpranowo

Oleh Bilerio Sianipar

Pertama, sisi pertumbuhan ekonomi sangat menjadi isu yang penting bagi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang akan menjadi pertimbangan bagi calon pemilih. Mengutip (Jawa Tengah, 2022) serta mengutip juga dari BPS, BPS mencatat pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan IV 2021 secara kumulatif mencapai 3,32 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang terpuruk -2,65 persen. Tidak kalah dari Provinsi Jawa Tengah, DKI JAKARTA (Gautama, 2022) juga dalam laporan Badan Pusat Statistik Ekonomi Jakarta terlihat mengalami pertumbuhan pada tahun 2021.

Peningkatan aktivitas masyarakat sedikit banyak mendorong laju perekonomian di DKI Jakarta. Ditambah penurunan kasus penyebaran Covid-19 yang cukup signifikan menjelang akhir tahun. Peningkatan perekonomian ini terlihat dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tahun 2021, DKI Jakarta mengalami pertumbuhan PDRB sebesar 3,56 persen secara C to C. Kenaikan pertama sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan perekonomian ke arah yang lebih positif. Meskipun, kenaikan tersebut belum seperti sebelum pandemi. Sebelumnya, PDRB DKI Jakarta mengalami pertumbuhan negatif pada 2020, sebesar 2,39 persen.

Kedua, sisi kebijakan pemerintahan politik dan hukum, Anies dan Ganjar Pranowo juga patut dilihat atau diperhitungkan. Dalam penanganan Covid-19 tentu saja beliau-beliau ini mempunyai strategi-strategi untuk menangani wabah tersebut. Mengutip pada metro.tempo.co Kilas-Balik Kebijakan Anies Baswedan Selama Setahun Pandemi, pada PSBB tahap pertama, Anies menetapkan pembatasan sosial berskala besar melalui Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020. Anies mengatur masyarakat tidak bepergian di rumah kecuali untuk kebutuhan mendesak. Namun, pemerintah memberikan kelonggaran bagi pekerja di sebelas sektor kegiatan yang dinilai memiliki kepentingan esensial, dalam sisi sanksi progresif Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2020, dalam peraturan tersebut setiap orang yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi denda Rp250 ribu dan berlaku kelipatan jika pelanggaran berulang. Namun, aturan denda progresif dicabut dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 tahun 2021.

Ganjar Pranowo mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Jawa Tengah Nomor 440.1/108 tahun 2020 tentang penegakan hukum protokol kesehatan. Dalam keputusan tersebut mengatur pelaksanaan standar opersional dan prosedur pengekannya yang berguna untuk meningkatkan kedisplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19, Ganjar Pranowo dalam bidang pendidikan, beliau memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah atau kampus serta juga memutuskan menunda pelaksanaan ujian nasional.

Ketiga, sisi sosok kepartaian dan elektabilitas, keunggulan dimenangkan oleh Ganjar Pranowo dengan Partainya sekarang yaitu PDI Perjuangan, poin plusnya juga Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah penduduk yang menjadi basis suara PDI Perjuangan, sedangkan Anies Baswedan dalam ketokohan partai, dirinya sangat terlihat independen. Jika hasil survei selalu menempatkan Anies Baswedan selalu di 4 besar, tetapi dalam partai politik Anies Baswedan tidak memiliki kuasa dalam menentukan arahnya sendiri. Partai Politik merupakan gerbong yang dapat membawa Anies di 2024 (Sianipar, 2022 ).

Keempat, suara-suara di media terkait dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, Menurut (Royani, 2022) program-program yang direncanakan dan dikerjakan oleh Pak Anies untuk Jakarta itu bagus dan patut untuk diapresiasi karena melalui program-programnya Jakarta menjadi lebih hidup dan tampak lebih bagus dari sebelumnya. Serta Jakarta mengalami kemajuan dan bisa dikenal oleh dunia. Sistem kebijakan yang dilakukan oleh Pak Anies Baswedan di Jakarta itu patut diapreasiasi karena tidak mudah juga untuk melaksanakan setiap programnya ke dalam realita, yang pasti banyak rintangan dalam prosesnya. Ide-ide dan rencana yang beliau ajukan dan terapkan dalam masa pemerintahannya untuk DKI Jakarta itu keren yang terkadang membuat publik terperangah dibuatnya.

Pada tulisannya (Chaniago, 2021) Ganjar merupakan salah satu kader terbaik PDIP, harusnya PDIP membiarkan Ganjar berjuang sendiri jika partai ternyata telah menentukan calon yang lain, jangan malah membuat publik antipati dengan melarang dan merendahkannya. Justru sikap tersebut akan menjadi kontraproduktif, karena sifat publik Indonesia pasti akan mendukung dan berempati kepada calon-calon yang dianggap terzalimi. Sebagai partai besar, seharusnya PDIP bangga, banyak kadernya yang memiliki elektabilitas tinggi dan memenuhi syarat untuk didukung oleh partai lain sebagai calon presiden.

Terakhir, Bahwa persaingan mereka tidak terlepas dari kebijakan dalam mengelola provinsi yang dipimpin. Kita sebagai pemilih dapat melihatnya dari kebijakan tersebut, akan tetapi dalam menebak bahwa akan sukses menahkodai Indonesia tidaklah semudah saat menjabat Gubernur. Akan ada kesulitan-kesulitan baru yang akan mereka hadapi kedepannya. Politik Indonesia banyak dari sisi apa saja baik Nasionalis, Religius, Profesional dapat juga dari rujukan elektabilitas maupun popularitas yang dapat merubah situasi mereka. Yang saya tekankan adalah situasi politik di 2019 jangan sampai terulang kembali saat ada yang namanya kubu-kubu an, maka itu agar memecah kubu-kubuan diharapkan pada pelaksanaan pilpres 2024 adanya rombakan tentang koalisi. Apakah ini bisa terjadi? Sebagai penulis, mengharapkan itu terjadi karena politik adalah sarana untuk memikat pemilih yang dapat membuatnya terjadi ialah para pejabat partai dalam hal ini ketua partai. Alangkah baiknya agar pelaksanaan pilpres nantinya seyogyanya dilakukan seperti yang penulis katakan.

SUMBER

Chaniago, I. S. (2021). Ganjar Dizalimi, Ganjar Terbang Tinggi. Jakarta: Tagar.id.

Gautama, M. I. (2022). PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DKI JAKARTA TAHUN 2021. DKI Jakarta: Portal Statistik Sektoral Provinsi DKIi Jakarta.

Jawa Tengah, D. K. (2022). Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 3,32 Persen. Jawa Tengah: Dinas Kominfo Jawa Tengah.

Royani, I. (2022). Anies Baswedan Figur Pemimpin yang Dibutuhkan untuk Masa Depan Indonesia. Semarang: Harian Semarang.

Sianipar, B. (2022 ). Haruskah Anies Baswedan Legowo Menjadi Wakil di Pilpres 2024? Semarang: Harian Semarang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini