FKPT Jateng Ajak Pemuda Tingkatkan Imunitas Kebangsaan. Foto Dokumen FKPT Jateng
FKPT Jateng Ajak Pemuda Tingkatkan Imunitas Kebangsaan. Foto Dokumen FKPT Jateng

Hariansemarang.id – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) mengajak pemuda untuk meningkatkan imunitas kebangsaan. melalui kegiatan Ekspresi Indonesia Pelibatan Pemuda dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan yang diadakan FKPT Jawa Tengah di Hotel MG Suites Semarang, Rabu 30 Maret 2022.

Di hadapan seratus peserta yang terdiri atas mahasiswa dan mahasiswi dari perguruan tinggi di Jawa Tengah itu, Ketua FKPT Jawa Tengah, Syamsul Ma’arif mengajak pemuda untuk meningkatkan imunitas kebangsaan melalui kegiatan tersebut.

“Mari bersama-sama meningkatkan imunitas kebangsaan. Anda ini aset masa depan; syubbanul yaum rijaalul ghod. Pemuda hari ini pemimpin di masa depan. Mari bersama-sama melakukan sinergitas menjaga keutuhan NKRI,” kata Syamsul dalam rilisnya.

Di awal sambutan, guru besar UIN Walisongo Semarang itu menegaskan urgensi acara tersebut sangat penting di era masuknya terpaan narasi-narasi kebencian yang merobek-robek keutuhan negara.

Prof Syamsul menyebutkan Indonesia adalah ka al-jannah fiddunnya, surga di dunia. “Kita memiliki bonus demografi yang luar biasa. Indonesia juga sangat multikultural. Dari data yang kami catat, 64 persennya adalah pemuda dari 297 juta penduduk Indonesia. Namun 85 persen pemuda itu masuk ke dalam rentan terpaan radikalisme yang berusia produktif dari 17-45 tahun,” kata dia.

Maka FKPT Jawa Tengah mengajak pemuda untuk melakukan kolabori dalam menangkal ideologi yang tidak sesuai Pancasila. “Kita memang masih zona merah dalam angka Covid-19 (meskipun sudah mulai menurun) dan di Kota Semarang juga masuk zona merah untuk radikalisme. Mari kita lawan paparan COVID-19 dan paparan radikalisme bersama-sama. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” tegas dia.

Sub Koordinator Partisipasi Masyarakat BNPT Maira Himadhani, sebelum membuka acara mengatakan ada dua virus yang harus terus diwaspadai yaitu virus COVID-19, dan virus radikalisme terorisme. “Melalui kegiatan ini juga kami ajak pemuda untuk bangkit terhadap gerakan yang meruntuhkan keutuhan NKRI,” tegas dia.

Dia menegaskan terorisme adalah tindak pidana luar biasa yang menjadi perhatian dunia. Kejahatan terorisme juga melanggar Hak Asasi Manusia.

“Terorisme tidak terkait dengan agama tertentu. Karena tidak ada agama tertentu yang mengajarkan radikalisme dan terorisme. Maka terorisme tidak melekat pada agama tertentu. Terorisme menjadi persoalan kita bersama yang harus dicegah dan dihilangkan,” jelas Maira.

Pihaknya juga menghimbau jika ditemukan pihak yang mengajarkan radikal terorisme maka harus dilaporkan ke sekolah dan pihak berwajib.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan BNPT dan FKPT Jawa Tengah tersebut, BNPT mengajak pemuda dan pelajar untuk menghindari hal-hal yang merusak bangsa ini.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti. Selain perwakilan BNPT, Ketua FKPT Jawa Tengah, hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Haerudin, pengurus FKPT Jateng dan seratus mahasiswa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini