Anies Baswedan
Anies Baswedan. Foto Instagram @aniesbaswedan

Oleh Tony Rosyid – Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Anies harus dijegal. Semua peluang Anies harus ditutup. Tidak boleh ada celah Anies lolos hingga bisa nyapres.

Langkah awal, Anies dicari kesalahannya untuk kemudian jadi tersangka. Langkah kedua, jangan sampai Anies dapat tiket partai. Sembari terus menerus down grade nama Anies secara sistematis dan masif dengan black campaign. Ini fakta yang publik secara obyektif menyaksikannya. Buktinya terlalu banyak sehingga sulit dibantah oleh siapapun.

Nasdem sudah deklarasi Anies tanggal 3 oktober. Sejumlah pihak merasa kecolongan. Apalagi, PKS dan Demokrat ikut merapat. Hanya tinggal selangkah lagi. Soal cawapres masih jadi bahan negosiasi.

Cawapres deal, hampir pasti Anies dapat tiket untuk nyapres. Tiga partai, Nasdem, PKS dan Demokrat memenuhi syarat presidential threshold 20 persen kursi di DPR.

Publik membaca, ada pihak-pihak yang kekeuh agar Anies tidak boleh nyapres. Mereka berupaya gagalkan tiga partai ini capai kesepakatan. Ganggu Nasdem dengan ancaman resuffle kabinat. Ganggu PKS dengan isu penawaran Kemeninfo dan kementan. Ganggu Demokrat dengan berbagai konspirasi dan kompensasi.

Meski Nasdem sudah deklarasi dan kokoh pendiriannya untuk mencalonkan Anies, para kadernya mulai tidak aman. Sejumlah kader Nasdem kabarnya sedang dioperasi. Kasus hukum, isunya sudah mulai menyasar para kader Nasdem. Publik merasakan situasi “ngeri-ngeri sedap”. Ada pihak yang menyebar rasa takut.

Bagi masyarakat awam, ini jadi pertanyaan. Mengapa Anies harus dijegal?

Sederhana cara menjelaskannya. Sekedar contoh dan ilustrasi saja, supaya anda paham. Anda tahu pulau reklamasi di Jakarta? 4 pulau telah dibangun, dan 13 pulau telah dibatalkan.

Luas 17 Pulau reklamasi yang direncanakan adalah 5.152 ha (51.520.000 M2). Ada yang bilang, modal per meter2 di pulau reklamasi itu cuma 2 juta. Misalnya dijual 25 juta (bisa lebih). Bikin saja untung bersih 20 juta permeter persegi. Dikalikan 51.250.000. Silahkan hitung sendiri. Berapa triliun untungnya.

Ini baru pulau reklamasi di Jakarta. Bagaimana dengan pulau reklamasi di daerah lain. Ada lagi bisnis tambang ilegal, judi online, narkoba, dll. Ribuan triliun keuntungan mereka yakini akan lenyap jika Anies menjadi presiden. Karena itu, Anies harus dicegah. Apapun caranya.

Ini bukan soal kalah-menang. Ini soal uang ratusan hingga ribuan triliun yang diprediksi akan melayang dari ekspektasi mereka. Siapa mereka? Oligarki. Siapa oligarki itu? Pengusaha yang ikut mengendalikan kebijakan negara untuk mendapatkan keuntungan berlimpah bagi bisnisnya dengan menghalalkan semua cara. Sampai di sini, paham ya?

Jadi, at all cost, Anies harus dijegal. Anies harus ditutup pintunya untuk nyapres. Anies wajib dihadang.

Tidak bisa dihadang Aniesnya, hadang partai pengusungnya. Berbagai cara dilakukan agar partai-partai ini mundur teratur.

Di sini perlunya tiga partai yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat segera deklarasi Anies. Kalau partai-partai pengusung Anies cerdas, soal cawapres dibicarakan belakangan. Mau tidak mau, hal paling strategis adalah bersatu dan kompak deklarasikan Anies. Jika memang mereka yakin Anies potensinya besar untuk menang.

Kalau tiga partai sudah deklarasi Anies, maka koalisi tiga partai akan kuat. Dengan sendirinya, ini akan memicu pertama, partai-partai lain akan menghitung, dan terbuka untuk merapat. Kedua, para pemodal mendekat. Siapapun yang fix mendapat tiket maju, pemodal pasti mendekat. Ketiga, jumlah relawan akan semakin berlimpah, dan ini menguntungkan bagi caleg-caleg partai pengusung.

Tetap ada kemungkinan bahwa partai-partai lain bisa bersatu dan deklarasikan bakal lawan Anies. Tapi, ini tidak juga mudah. Sebab, antara istana dengan PDIP, dalam konteks pilpres, sulit bersatu. Kepentingan mereka berseberangan. Mega harus selamatkan suksesi trah Soekarno di PDIP dengan capreskan Puan Maharani. Mungkin ini kesempatan sekali-kalinya dalam karir dan hidup Puan Maharani. Jika momentum ini lewat, goodbye.

Jika ketiga partai segera deklarasi Anies for calon presiden 2024, ini tidak hanya memperkuat posisi Anies, tapi partai-partai dalam “Koalisi Perubahan”, istilah untuk koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat, akan juga semakin kokoh. Bersatunya ketiga partai dalam “Koalisi Perubahan” ini akan menyulitkan pihak-pihak yang selama ini menjadi pengganggu. Kekuatan ini yang akan juga melindungi Anies dari segala upaya penjegalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini