Oleh Refalia Eka Nufita

Peresensi adalah Mahasiswa Prodi PGMI INISNU Temanggung

Biodata Buku

Judul Buku      : Filsafat Ilmu

Pengarang       : Dr. Nunu Burhanuddin,Lc.,M.A.

Penerbit           : Prenadamedia Group

Tahun Terbit    : 2018

Jumlah Halaman: 248 Halaman

Sinopsis Buku

Filsafat ilmu satu sama lain terikat. Kelahiran ilmu tidak lepas dari peran filsafat. Sebaliknya dengan adanya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat telah mengubah pola pikir manusia Yunani dari pola pikir mitosentris ke pola pikir logosentris. Dengan adanya filsafat, pola pikir diubah menjadi rasio misalnya gerhana dapat dijelaskan seperti matahari, bulan dan bumi berada pada garis lurus sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi bukan karena gerhana merupakan kegiatan para dewa.

Dengan adanya perubahan pola pikir tersebutlah terjadi perubahan besar yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan tentang alam jagad raya, maupun alam manusia. Sehingga munculah ilmu astronomi, kosmologi, fisika, kimia, biologi, sosiologi, psikologi, dan lain sebagainya.

Seiring dengan berjalannya waktu kini telah memasuki era informasi, di era menimbulkan gejala teknologi yang ditandai dengan 1) masyarakat lebih menyukai penyelesaian masalah secara kilat, 2) masyarakat takut dan sekaligus memuja teknologi 3) masyarakat menganggap kekerasan itu hal yang wajar 4) masyarakat mencintai teknologi dalam bentuk mainan, 5) masyarakat menjalani kehidupan yang berjarak dan terenggut.

Ilmu dan teknologi yang seperti itu telah kehilangan ruhnya yang fundamental karena ilmu kemudian meminimalisir peran manusia dan tanpa disadari manusia telah menjadi budak dari ilmu dan teknologi.

Persamaan filsafat dan ilmu adalah sebagai berikut :1. Keduanya mencari rumusan yang sebaik baiknya dan menyelidiki obyekselengkap lengkapnya sampai ke akar akarnya.2. Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang adaantara kejadian kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebabsebabnya3. Keduanya berhk memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan4. Keduanya mempunyai metode dan sistem5. Keduanya berhak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbuldari hasrat manusia (objektivitas) akan pengetahuan yang lebih mendasar.

Perbedaan filsafat dan ilmu adalh sebagai berikut :1. Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum) yaitu segalasesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris artinya ilmu hanya terfokus pada disiplin bidangmasing masing secara kaku dan terkotak kotak, sedangkan kajian filsafat tidakterkotak kotak dalam disiplin tertentu.2. Objek formal (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris, karenamencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas mendalam danmendasar, sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik dan intensif. Disampingitu objek formal ilmu itu bersifat teknik, yang berarti bahwa cara ide ide manusiaitu mengadakan penyatuan diri dan realita.3. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir yang mutlak dan mendalamsampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukkan sebab sebab yang tidak begitu mendalam yang lebih dekat yang sekunder (secondary cause)

Tujuan filsafat ilmu adalah :1. Mendalami unsur unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapatmemahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secarahistoris 3. Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agamatidak ada pertentangan.

Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat didunia Islam, pada dasarnya terdapatupaya rekonsiliasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda bahkan seringkali ekstrim antara pandangan filsafat yunani dan pandangan keagamaan dalam Islam yang seringkali menimbulkan benturan benturan, usaha usaha para filosof islam pada gilirannya menjadi alat dalam penyebaran filsafat dan penetrasinya kedalam studi studi keislaman lainnya dantak diragukan lagi upaya rekonsiliasi oleh para filosof muslim ini menghasilkanafinitas dan ikatan yang kuat antara filsafat arab dan filsafat yunani.

Perubahan pola kehidupan manusia dari waktu ke waktu sesungguhnya berjalanseiring dengan sejarah kemajuan dan perkembangan ilmu tahap tahap perkembangan itu kita sebut dalam konteks ini sebagai periodisasi sejarah perkembangan ilmu sejak zaman klasik, zaman pertengahan, zaman modern danzaman kontemporer.Kemajuan ilmu dan teknologi dari masa ke masa adalah ibarat mata rantai yang tidak pernah terputus satu sama lain, hal baru yang ditemukan pada suatu masamenjadi unsur penting bagi penemuan penemuan lainnya dimasa berikutnyademikianlah semua saling terkait.

Yang dimaksud dengan zaman kontemporer artinya adalah era tahun tahun terakhir yang kita jalani hingga sekarang ini hal yang membedakan pengamatantentang ilmu di zaman modern dengan zaman kontemporer adalah bahwa zamanmodern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke 15,sedangkan zaman kontemporer memfokuskan sorotannya pada berbagai perkembangan terakhir yang terjadi hingga saat sekarang. membahas tentang pengetahuan dan ukuran kebenaran, secaraetimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledgedalam encyclopedia of philosopy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief) sedangkan secaraterminology menurut Drs sidi gazalba pengetahuan adalah apa yangdiketahui atau hasil pekerjaan tahu, pekerjaan tahu tersebut adalah hasil darikenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai.

Pengetahuan itu adalah semua milik atauisi fikiran dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari hasil usahamanusia untuk tahu, dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan(knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsungdari kesadarannya sendiriBurhanudin salam mengemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia ada4 yaitu :1. Pengetahuan biasa, yaitu pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan denganistilah common sense, dan sering diartikan sebagai good sense.2. Pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science yang diartikansebagai pengetahuan yang kuantitatif dan objektif.

Pengetahuan filsafat, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif, pengetahuan filsafat lebih menekankan padauniversalitas dan kedalaman kajian tentang sesuat

Isi Buku

Buku ini berisi 11 bab yang setiap sub bab yang terperinci sehingga memudahkan pembacanya memahami inti-inti dari bab yang dibacanya. Pada Bab I berisikan sebuah pengantar Filsafat Ilmu. Untuk Bab II Mengulas Sejarah Filsafat Ilmu,Sejarah ilmu yang identic dengan Sejarah filsafat dan pengetahuan dimana dimana Sejarah adalah peristiwa masa lampau,Filsafat dan ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 periode: 1. Periode Klasik (Abad Pertengahan) 2. Periode Modern 3. Periode Kontemporer. Pada Bab III Mengulas tentang dasar-dasar Ontologi,Ontologi yang merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dari Yunani,ada 2 kata yakni Ontos (Ada) dan Logos (Ilmu). Untuk bab IV Mengulas tentang Hakikat,Sumber,dan Jenis Pengetahuan, dimana di Bab ini lebih menekankan Pengertian tenteng pengetahuan ( knowledge-common sense) dan Ilmu. Pada Bab V Mengulas Tentang Hakikat Kebenaran,Hakikat kebenaran yang merupakan opini dan khayalan,dalam kaitan ini Yang dimaksud kebenaran adalah tataran pikiran manusia. Untuk Bab VI Mengulas Tentang Dasar-Dasar Estimologi,ialah Teori tentang pengetahuan yang membahas hakikat.sumber,cara memperoleh dan validasi kebenaran. Pada Bab VII Mengulas Tentang Dasar-Dasar Aksiologi,yang berarti teori-teori tentang nilai. Untuk Bab IX Mengulas Tentang Nstralitas Ilmu Pengetahuan,Netralis ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan yang tidak memihak pada apapun termasuk kebaikan dan keburukan. Pada Bab X Mengulas tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan,Untuk Bab XI Mengulas Tentang Penerapan Filsafat Ilmu Terhadap Pengembangan Keilmuan,Dimana Ilmu itu sendiri adalah Dinamika didalam pengetahuan ilmiah memiliki komponen-komponen Eksistensi yaitu : Ontology dan Epistomogi.Dan terakhir Bab XII Merupakan Penutup Dari Keseluruhan Isi Buku .

Kelebihan

Buku ini memiliki pembahasan luas dalam penyampaianya. Tidak hanya terpaku pada satu ide pokok namun penulis mampu mengaitkan suatu pokok masalah ke hal-hal yang lebih umum dan mudah dimengerti. Penulis berhhasil menyampaikan pesanya secara efektif dan relefan.

Kekurangan

Terdapat Bahasa dan kalimat yang sulit dipahami dan materi yang dibahas berulang-ulang contohnya tentang ontologi. Saya sarankan untuk membaca secara berurutan agar bisa memahami subbab matari selanjutnya,sebab antar materi semuanya terkait.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini