BANREHI cara baru potensial makmurkan rakyat Indonesia
BANREHI cara baru potensial makmurkan rakyat Indonesia. Foto Pixabay

Hariansemarang.id – Melihat potensi besar rempah dan herbal Indonesia, Nusantara Centre (NC) dan Badan Rempah dan Herbal Indonesia (BANREHI) mendorong pemerintahan baru Indonesia yang akan dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk membentuk badan pengatur rempah dan herbal.

Dengan lebih dari 400 jenis rempah dan herbal, industri dan ekspornya
terus meningkat, begitu juga konsumennya dan negara pengimpornya. Sehingga
diperlukan sebuah badan baru yang membidangi rempah dan herbal secara terpadu.
Adapun nama badan baru ini yaitu Badan Rempah dan Herbal Indonesia (BANREHI).

Berangkat dari Indonesia Emas 20245 sebagai misi besar Presiden dan Wakil Presiden
terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Takdir Indonesia sebagai
bangsa rempah dan herbal menunjukkan potensi besar yang bisa membawa
kemakmuran.

“Dengan potensi dari rempah dan herbal yang sangat besar tersebut, jika dikelola
dengan baik dan konsisten, mampu memberikan kontribusi sangat besar bagi
pendapatan negara, dan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara Indonesia, ” kata Yudhie Haryono, inisiator dan konseptor pembentukan BANREHI dalam Focus Group Discussion (FGD) ‘Urgensi BANREHI Dalam Menghadirkan Peradaban Rempah dan Herbal’, di Auditorium Gereja Pantekosta Jalan Tebet Utara I Nomor 23, Jakarta Selatan, Kamis 4 Juli 2024.

Kegiatan FGD ini merupakan kumpulan cendekiawan, purnawirawan, budayawan, agamawan dan spiritualis yang konsen pada ‘Save The Nation, Save The Constitution’. Adapun narasumber FGD ini yaitu: (1) Prof. Yudhie Haryono; (2) Asari Muchtar, M. Akt; (3) Prof. Daniel Tjen; (4) Prof. Siti Fadilah Supari; (5) Dwi Urip Premono; (6) Kirdi Putra; (7) Yudi Pratama; (8) Lily Sastriyanti; (9) Riskal Arif; (10) Yaya Sunarya; (11) M. Haris Zulkarnain; (12) Prof. Burhanuddin Abdullah; (13) Prof. Gunawan Sumodiningrat; dan (14) Prof. Sangkot Marzuki.

Maksud dan tujuan dibentuknya BANREHI yaitu: (1) Membentuk suatu lembaga
pengelola bisnis rempah dan herbal, untuk menunjukkan citra bangsa Indonesia
sebagai bangsa rempah dan herbal, yang mampu memberikan manfaat bagi rakyat dan
berdampak positif (secara psikologis, ekonomis, pariwisata, dan geopolitis); dan (2)
Lembaga yang menjadi wasit sekaligus pemain (pebisnis) dalam menentukan standar
mutu dan standar harga bagi rempah-herbal di tingkat lokal, nasional maupun
internasional.

Fungsi BANREHI meliputi: (1) Perumusan arah kebijakan program industri rempah herbal; (2) Membuat dan menentukan standarisasi mutu dan standar harga rempah herbal secara lokal, nasional dan global; (3) Penyusunan big data rempah-rempah
Indonesia dan dunia; (4) Penyusunan dan pelaksana rencana kerja dan program
industru rempah-herbal; (5) Koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan
program industri rempah-herbal; (6) Pengaturan program industri rempah-herbal; (7)
Pemetaan, roadmap, kompetensi dan sertifikasi; (8) Pembentukan bursa efek dan pasar
internasional; (9) Crowdfunding dan share folder; (10) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi,
dan pengusulan langkah dan strategi untuk memperlancar pelaksanaan program
industri rempah-herbal;

Selanjutnya (11) Pelaksanaan sosialisasi dan kerja sama serta hubungan
dengan lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi
sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya dalam pelaksanaan program industri
rempah-herbal; (12) Pengkajian materi dan metodologi program industri rempahherbal; (13) Advokasi penerapan pembinaan program industri rempah-herbal dalam
pembentukan dan pelaksanaan regulasi; (14) Menyelenggarakan pendidikan dan
pelatihan tentang standarisasi mutu produk rempah-herbal; (15) Perumusan dan
penyampaian rekomendasi kebijakan atau regulasi yang mensukseskan program
industri rempah-herbal; dan (16) Monitoring, pengawasan, dan evaluasi.

Bangun peradaban rempah

Target besar BANREHI yaitu: (1) Big Data rempah dengan melakukan pendataan ulang
dan standarisasi untuk semua komoditas rempah-herbal yang beredar di pasar global,
melalui kolaborasi terpimpin dengan asosiasi-asosiasi pengusaha komoditas atau
produsen terkait yang telah eksis; (2) Kemitraan yaitu lembaga ini bekerjasama dan
menggandeng asosiasi-asosiasi pengusaha komoditas atau produsen terkait yang telah
eksis; (3) Regulator yaitu agar lembaga (Indonesia) yang menentukan jenis kualitas
dan/atau kuantitas dari komoditas/produk sehingga terjaga kualitas dan kuantitasnya.
Kitalah pembuat pasar sekaligus kitalah pemain utamanya; dan (4) Peradaban rempah
yang komunitas epistemik tata niaga kita nanti sampai masuk kampus, kurikulum dan
pop culture sehingga menjadi peradaban rempah yang istimewa.

Kelembagaan BANREHI adalah lembaga nasional modern, yang dibuat ramping
namun sangat profesional, dengan program kerja dan pencapaiannya dibuat secara
terbuka (online) dan bisa diakses oleh siapa saja yang hendak mengetahui dan
berkontribusi secara aktif. Berdasarkan platform yang terkoneksi dengan semua
lembaga, asosiasi, dan mitra-mitra strategis terkait, sebagai bagian dari strategi
geopolitik.

Struktur lembaga yaitu: (1) Standarisasi dan mutu yaitu dengan
menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penetapan mutu dan standar rempah dan
herbal secara nasional dan global; (2) Bisnis dan tata niaga yaitu dengan
menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang bisnis dan tataniaga rempah dan herbal; (3) Kerjasama dan transformasi dengan
menyelenggarakan kerjasama di luar negeri dan dalam negeri, perumusan, penetapan,
dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama dan transformasi rempah dan herbal;
(4) Promosi dan edukasi dengan menyusun model promosi dan edukasi penggunaan
dan kegunaan rempah dan herbal; (5) Keuangan dan perencanaan dengan
menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang rempah dan herbal; dan (6) Pengendalian dan data dengan menyelenggarakan
koordinasi, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang data dan
pengembangan rempah dan herbal, menyusun big data rempah dan herbal yang
beredar, mengembangkan produksi rempah dan herbal.

“Inilah target besar kita, untuk menjadi pemain dunia yang bisa mendominasi pasar
dengan seperangkat alat dominasi plus stabilisasi yang canggih. Termasuk dalam
kurikulum sekolah, universitas, maupun pop culture sehingga mewujudkan mimpi
besar kebangkitan kembali peradaban rempah yang istimewa,” ujar Yudhie.

Terkait mekanisme kerja BANREHI ini, Yudhie Haryono mengatakan lembaga ini berbentuk lembaga di bawah Presiden yang membantu merumuskan kebijakan rempah dan herbal, melakukan koordinasi dan pengendalian industri, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada lembaga negara dan masyarakat. (*)

Penulis: M Haris Zulkarnain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini